Sejarah

Tahun-tahun pertama sesudah kelahiran, adalah masa penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Masa kritis perkembangan anak adalah masa keemasan (golden age) bagi anak. Pada masa inilah dasar-dasar perkembangan anak diletakkan. Para ahli pendidikan dan psikologi menganggap anak dini usia (0-6 tahun) merupakan tahap awal yang sangat strategis anak bagi pembinaan tumbuh kembangnya mereka. Perhatian dan perlakuan yang tepat diberikan kepada anak-anak usia dini, akan memperkokoh landasan tumbuh kembang mereka (Cony R.Semiawan, 2002:10). Bila dikaitkan dengan perkembangan otak yang merupakan bagian penting tumbuh kembang anak, Nash (1997:20) mengingatkan bahwa ada skala waktu bagi perkembangan otak anak, data tahun yang paling penting adalah tahun-tahun pertama.

Para ahli mengatakan anak yang ditelantarkan atau disia-siakan di 3 tahun pertama, akan membawa cap atau bekas yang sulit atau bahkan tidak dapat dihapus. Karena hak anak untuk mendapatkan kepentingan terbaik, tumbuh kembangnya, penghargaan dan non diskriminsi menjadi tidak terpenuhi. Jadi disinilah peran pengasuhan pada anak menjadi sangat penting.

Namun demikian, kondisi sosial dan ekonomi masyarakat kita yang masih dalam keadaan krisis, telah merubah pola hidup di masyarakat, sehingga peran para ibu yang semula sebagai pengasuh dan pendidik anak di rumah, mulai bergeser perannya, menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga. Maka dari itu, kehadiran Taman Penitipan Anak (TPA), menjadi sangat membantu dan sangat diperlukan dalam upaya pengasuhan anak yang belum terlayani.

Berawal dari pemikiran tersebut, pada tanggal 5 September 2005, oleh beberapa insan yang peduli dengan dunia pendidikan, didirikanlah TPA Cahaya Ilmu Pedurungan di bawah Yayasan Samudera Ilmu Semarang, mencoba membantu para orang tua dalam memberikan layanan tumbuh kembang anak.